tubuh terasa lemas

Plossa Setelah satu setengah tahun berlalu, hingga kini kasus positif virus Covid-19 masih banyak dilaporkan di berbagai daerah di Indonesia. Para penderita Covid-19 diketahui mengalami berbagai macam gejala. Mulai dari demam, batuk, hidung tersumbat, nyeri tenggorokan, dan malaise.

Malaise sendiri merupakan kondisi yang menyebabkan badan terasa lemas, lesu, dan tidak nyaman. Gejala ini hampir selalu dirasakan oleh semua orang yang dinyatakan positif Covid-19. Lantas, mengapa tubuh terasa lemas saat terserang Covid-19? Ternyata, hal ini berkaitan dengan reaksi kekebalan tubuh dalam melawan infeksi virus corona. Untuk lebih jelasnya, simak penjelasan berikut.

Inilah Penyebab Tubuh Terasa Lemas Saat Terserang Covid-19

Virus corona dapat menular dari satu orang ke orang lain melalui percikan air liur atau dahak penderita Covid-19 saat bersin, batuk, atau berbicara. Setelah percikan yang mengandung virus Covid-19 tersebut masuk ke dalam tubuh melalui hidung atau mulut, virus tersebut kemudian akan menempel di saluran pernapasan dan paru-paru.

Virus Covid-19 selanjutnya akan menembus sel-sel saluran pernapasan dan memperbanyak diri atau melakukan replikasi. Proses ini kemudian akan terdeteksi oleh sistem kekebalan tubuh dengan mengirimkan sl darah putih untuk membentuk antibodi. Antibodi yang terbentuk inilah yang kemudian berperan untuk melawan atau membunuh virus corona di dalam tubuh.

Saat virus corona menginfeksi, tubuh secara otomatis akan mengeluarkan sinyal kepada sistem kekebalan tubuh agar segera melawan virus tersebut. Saat tubuh sedang berusaha melawan virus tersebut, maka akan muncul beberapa gejala. Salah satunya adalah demam dan lesu. Gejala ini biasanya muncul pada rentang 2 – 14 hari setelah tubuh terpapar virus.

Jadi, penyebab tubuh terasa lemas saat terserang Covid-19 adalah karena tubuh sedang melakukan perlawanan terdapat serangan virus Covid-19. Namun, kondisi lemas dan lesu atau dalam istilah medis disebut malaise ini merupakan hal yang normal terjadi. Malaise terjadi sebagai respons tubuh yang sedang berada dalam situasi melawan infeksi virus pada organ pernapasan.

Malaise juga dapat dikatakan sebagai bentuk reaksi pertahanan tubuh. Reaksi ini bertujuan agar tubuh bisa beristirahat dan lebih berkonsentrasi untuk melawan ancaman virus yang masuk. Jika penderita Covid memiliki sistem imun atau kekebalan tubuh yang baik, maka gejala yang muncul tidak terlalu berat dan lebih mudah sembuh.

Namun, gejala yang muncul bisa lebih parah pada penderita yang memiliki pertahanan tubuh lemah. Infeksi virus corona diketahui dapat menyebabkan masalah pada kinerja jantung. Selain itu, tidak sedikit pula penderita Covid-19 yang mengalami masalah pneumonia. Hal ini menyebabkan penderita kekurangan asupan oksigen. Akibatnya, kinerja organ-organ dalam tubuh menjadi terganggu.

Karena fungsi organ terganggu dan sistem imun tubuh sedang berjuang melawan serangan virus, maka tubuh menjadi terasa kurang bertenaga. Hal inilah yang kemudian menyebabkan penderita Covid-19 akan mengalami gejala lemas, lesu, dan tidak bertenaga. Namun, gejala tersebut bisa diatasi dengan memperbanyak istirahat, mengonsumsi makanan bergizi, memperbanyak minum air putih, dan mengonsumsi suplemen atau vitamin tambahan jika diperlukan.

Jika kondisi tubuh semakin tidak terkontrol, seperti demam tinggi dan mengalami sesak napas, sebaiknya jangan tunda untuk melaporkan kepada tim medis agar mendapatkan pertolongan yang tepat. Agar terhindar dari serangan virus Covid-19, maka pastikan Anda mematuhi protokol kesehatan saat beraktivitas di luar rumah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *