macam macam sakit kepala

PLOSSA Pernah merasakan sakit atau nyeri di bagian kepala yang muncul secara bertahap atau mendadak?  Biasanya, ketika sakit kepala menyerang bisa langsung diatasi dengan minum obat yang bisa dibeli di warung atau apotek. Akan tetapi, jika sakit tersebut disebabkan oleh penyakit tertentu, penderita harus segera mendapat penangan lebih lanjut.

Sakit pada bagian kepala ini terjadi akibat saraf nyeri di bagian tersebut terlalu aktif. Kondisi ini dipicu oleh beberapa faktor, salah satunya pola hidup yang tidak teratur. Misalnya, kurang tidur atau makan tidak tepat pada waktunya. Biasanya, nyeri di bagian kepala juga disertai dengan muntah, leher kaku, gangguan penglihatan, atau sensitif terhadap suara.

Macam-macam Sakit Kepala yang Sering Terjadi

Ada beberapa macam sakit kepala yang paling sering terjadi, mulai dari sakit yang ringan hingga sakit yang terasa berat. Kamu harus tahu jenis-jenisnya supaya ketika kepala terasa sakit bisa ditangani dengan tepat. Jadi, tidak asal minum obat.

  1. Migrain

Sakit kepala ini ditandai dengan munculnya rasa nyeri yang sangat parah pada salah satu bagian kepala. Gangguan ini sering disebut dengan sakit kepala sebelah. Penderita migrain mengalami gejala seperti mual dan muntah, serta sensitif terhadap suara dan cahaya.

Perubahan hormon merupakan salah satu penyebab terjadinya migrain. Hal ini kerap terjadi pada wanita. Sebagian besar wanita mengalami migrain saat kadar estrogen menurun. Misalnya saat sebelum atau pada menstruasi, selama kehamilan, dan mendekati masa monopause.

Pola makan dan minum juga dapat memicu munculnya gejala migrain. Terlalu banyak mengonsumsi MSG atau kecanduan minuman beralkohol dapat menyebabkan migrain. Selain itu, faktor emosi diduga menjadi faktor gangguan migrain. Misalnya, terlalu stress, merasa depresi, atau gelisah.

  1. Cluster Headaches

Cluster headaches merupakan nyeri pada bagian kepala yang muncul secara berulang pada siklus tertentu. Penyakit ini ditandai dengan nyeri di sekitar mata. Umumnya, gangguan ini akan muncul pada waktu yang sama. Siklusnya dapat berulang dalam hitungan minggu, bulan, bahkan tahun.

Selain ditandai dengan nyeri pada sekitar mata juga disertai dengan gejala mata merah dan bengkak, pilek atau hidung tersumbat, serta kelopak mata tampak lemas. Biasanya kondisi ini sering menyerang para perokok berat, pecandu minuman beralkohol, atau seseorang yang terlalu banyak mengonsumsi minuman mengandung kafein.

  1. Tension Headaches

Tension Headaches terdiri dari dua tipe, yaitu tipe episodik dan kronis. Tension headaches tipe episodik muncul secara periodik kurang dalam 15 hari selama satu bulan. Tipe sakit kepala ini menimbulkan rasa nyeri pada bagian dahi, kepala, hingga leher.

Sementara, tension headaches tipe kronis muncul dan hilang dalam jangka waktu yang cukup lama. Penderita tipe ini akan merasakan nyeri disertai denyutan pada bagian depan, atas, atau sisi kepala. Meskipun nyeri bertahan satu hari penuh, gangguan ini tidak mempengaruhi penglihatan ataupun keseimbangan.

Faktor penyebab tension headaches antara lain stres, depresi, kurang istirahat, postur tubuh yang tidak baik, terlalu lelah, sering merasa cemas, kurang olahraga, kekurangan cairan tubuh, atau penggunaan obat analgesik tanpa resep dokter.

  1. Sakit Kepala Sinus

Sakit kepala sinus terjadi setelah penderita mengalami infeksi virus pada rongga sinus melalui saluran pernapasan atas. Virus ini menyebabkan dinding sinus mengalami peradangan, sehingga muncul nyeri pada bagian kepala. Beberapa gejalanya yaitu hidung mengeluarkan cairan, telinga berdenging, demam, dan sakit tenggorokan.

Untuk meredakan gangguan ini, hal pertama yang harus dilakukan adalah melakukan pengobatan untuk menghilangkan infeksi sinus terlebih dahulu. Obat yang umum digunakan untuk mengobati sinusitis seperti antibiotik dan antihistamin. Tidak disarankan mengonsumsi dekongestan tanpa anjuran dokter karena dikhawatirkan bisa bertambah parah.

  1. Sakit Akibat Efek Samping Obat-obatan

Efek samping menggunakan obat dapat menyebabkan rasa nyeri pada bagian kepala. Penggunaan obat yang dimaksud adalah penggunaan obat dalam jangka panjang dan terus menerus. Hampir semua obat pereda nyeri atau rasa sakit dapat memicu sakit kepala jika dikonsumsi lebih dari dua minggu.

Rasa sakit yang dirasakan disebabkan oleh ketergantungan si penderita terhadap suatu obat. Hal ini dapat terjadi karena penderita terlalu sering mengonsumsi obat akibat menderita penyakit kronis tertentu.

Hampir semua orang pasti pernah mengalami pusing atau nyeri di bagian kepala tapi kurang mengetahui apa penyebabnya karena kurangnya pengetahuan tentang jenis-jenisnya.

Jika sakit kepala menyerang tiba-tiba, kamu bisa meredakannya dengan mengoleskan Plossa Soothe & Aromatics di bagian pelipis, tengah, dan leher belakang. Gunakan bagian tutupnya untuk memijat bagian kepala yang sakit agar cepat reda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *