Plossa – Rasa mual disebabkan karena kehamilan seringkali disalah artikan dengan rasa mual yang disebabkan karena masuk angin. Meski begitu keduanya tentu sangat berbeda. Banyak orang yang belum mengetahui apa bedanya mual hamil dan masuk angin.

Mual adalah salah satu reaksi tubuh ketika bagian organ pencernaan pertama yaitu lambung dipenuhi dengan asam lambung. Jadi memang faktor utama penyebab rasa mual adalah jumlah asam lambung yang berlebihan. Akan tetapi kemunculan asam lambung yang berlebihan ini bisa disebabkan karena banyak faktor. Mulai dari kehamilan hingga masuk angin.

Ternyata Ini Beda Mual Hamil dan Masuk Angin

Perbedaan dari gejala yang mengikutinya

Salah satu hal yang membedakan rasa mual karena masuk angin dan rasa mual karena hamil adalah perbedaan gejala yang mengikutinya. Ketika kamu mengalami kehamilan pada trimester pertama, banyak yang berubah pada diri kamu. Salah satunya adalah kerja hormon yang tidak teratur akibat penyesuaian kemunculan janin ini.

Adanya penyesuaian hormon inilah yang menyebabkan rasa mual yang berlebihan. Selain itu rasa mual yang disebabkan karena kehamilan biasanya disertai dengan adanya bercak merah di pakaian dalam. Rasa mual karena hamil juga diawali dengan hubungan seksual di waktu 10 hingga 14 hari sebelum mengalami rasa mual tersebut.

Selain itu ketika kamu mengalami kehamilan biasanya kamu akan merasa mual dan diikuti dengan muntah-muntah hal ini juga yang akan menyebabkan kamu mengalami rasa lemas seperti sedang masuk angin. Bedanya, rasa mual yang disebabkan karena masuk angin ini akan disertai dengan gejala yang tidak muncul saat kamu mengalami kehamilan.

Salah satu dari gejala yang muncul ini adalah rasa pusing dan juga demam ringan. Rasa mual karena masuk angin memang bisa disebabkan karena infeksi virus, oleh karena itu ketika kamu mual karena masuk angin biasanya kamu akan mengalami demam ringan.

Lama terjadinya rasa mual tersebut

Hal kedua yang bisa digunakan untuk membedakan rasa mual yang disebabkan karena kehamilan ataupun karena masuk angin adalah periode terjadinya rasa mual tersebut. Ketika rasa mual disebabkan karena kehamilan, rasa mual ini akan terjadi dalam waktu yang panjang.

Ketika dalam waktu 1 minggu kamu terus-menerus mengalami rasa mual sama kamu mungkin harus memeriksa diri dengan menggunakan tespek. Karena hal ini bisa jadi salah satu tanda bahwa kamu sedang hamil.

Sedangkan ketika rasa mual disebabkan karena masuk angin, semua ini umumnya hanya akan terjadi dalam waktu beberapa hari. Paling lama rasa mual karena masuk angin atau bertahan hingga 3 hari saja.

Jika kamu telah melakukan hubungan suami istri dalam jangka waktu 10 hingga 14 hari sebelum mengalami rasa mual tersebut dan pada akhirnya kamu merasa mual, akan lebih baik jika kamu menahan diri untuk tidak mengkonsumsi obat maag terlebih dahulu. Mengapa? Karena wanita hamil kamu tidak boleh mengkonsumsi obat maag terlebih jika obat maag yang memiliki kandungan magnesium.

Untuk lebih jelasnya, jika kamu sudah melakukan hubungan seksual dan mengalami rasa mual dalam kurun waktu 10 hingga 14 hari ada baiknya jika kamu segera memeriksakan diri. Kamu bisa memeriksa diri sendiri dengan menggunakan tespek terlebih dahulu. Jika benar positif kamu bisa langsung memeriksakan diri ke dokter untuk tahu dengan jelas apakah kamu benar-benar hamil atau mengalami rasa mual karena masuk angin saja.

Nah, itulah beda nya mual hamin dengan masuk angin. Jika kamu sudah merasakan gejala yang ada di atas dalam waktu yang lama, sebaiknya pergi ke dokter untuk mengetahui pasti apa penyebabnya.

Dengan mengetahui penyebabnya kamu dapat melakukan pengobatan yang tepat. Gunakan Plossa Press & Soothe Aromatics jika semua gejala tersebut mulai kamu rasakan. Plossa meredakan gejala tidak enak badan seperti sakit kepala, flu, dan pegal – pegal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *