setelah disuntik vaksin

Plossa Vaksin Covid-19 telah banyak diberikan kepada masyarakat, terutama bagi mereka yang memiliki risiko terpapar. Tujuan dari vaksinasi adalah untuk meminimalisir risiko terinfeksi virus corona. Setelah disuntik vaksin, maka tubuh akan memproduksi antibodi untuk meningkatkan kekebalan tubuh. Dengan begitu, maka tubuh akan lebih kebal saat ada serangan virus.

Pemberian vaksin memang sangat bermanfaat. Namun, ada beberapa hal yang harus diperhatikan setelah mendapatkan vaksin Covid-19. Salah satunya adalah terkait efek samping dari penyuntikan vaksin tersebut. Setelah disuntik vaksin, beberapa gejala tubuh mungkin akan muncul. Biasanya, gejala yang muncul berbeda-beda antara satu orang dengan orang lainnya. Lalu, gejala apa saja yang umum terjadi setelah disuntik vaksin?

Inilah  Gejala Tubuh Setelah Disuntik Vaksin

Efek samping vaksin Covid-19 masih menjadi topik yang hangat diperbincangkan oleh masyarakat. Banyak orang yang khawatir akan mengalami efek samping serius setelah mendapatkan suntikan vaksin. Padahal, vaksin tidak akan menimbulkan efek samping berbahaya seperti yang dikhawatirkan masyarakat. Nah, berikut ini adalah beberapa gejala tubuh setelah disuntik vaksin.

  1. Reaksi Lokal

Vaksinasi dilakukan dengan cara penyuntikan. Oleh karena itu, salah satu gejala yang akan muncul setelah divaksin adalah terasa nyeri di bagian tubuh yang disuntik. Umumnya, penyuntikan akan menyebabkan bengkak atau kemerahan pada tempat dimana jarum dimasukkan ke kulit. Namun, hal ini adalah hal yang wajar.

Biasanya, rasa nyeri akibat suntikan jarum bisa menghilang dengan cepat. Jika rasa nyeri tersebut cukup mengganggu, maka Anda bisa menenangkan area tersebut dengan menggunakan waslap dingin. Jadi, tidak perlu panik jika mengalami gejala ini. Reaksi lokal lainnya yang umum terjadi pasca disuntik vaksin adalah selulitis.

  1. Reaksi Sistemik

Suntik vaksin tidak hanya menyebabkan reaksi lokal saja, beberapa orang juga mengalami reaksi sistemik. Nah, reaksi sistemik yang dimaksud adalah demam, sakit kepala, nyeri sendi, nyeri otot di seluruh tubuh, dan badan terasa lemah. Meski begitu, kondisi ini bukan merupakan masalah yang serius karena tidak berlangsung lama.

Biasanya, petugas kesehatan juga biasanya menganjurkan penerima vaksin untuk mengonsumsi paracetamol sesuai dosis untuk mengatasi gejala tersebut. Selain itu, petugas kesehatan biasanya juga akan menganjurkan penerima vaksin untuk memperbanyak minum air putih, mandi atau kompres air hangat, dan menggunakan pakaian yang nyaman.

  1. Reaksi Lainnya

Meskipun jarang terjadi, namun reaksi lainnya juga bisa dialami oleh sebagian orang. Reaksi lain yang bisa timbul setelah divaksin Covid-19 adalah reaksi anafilaksis syncope (pingsan), oedem (pembengkakan), dan urtikaria (biduran).

Untuk mencegah serta menangani hal tersebut, biasanya petugas vaksin mempersilahkan peserta vaksin untuk menunggu 30 menit setelah disuntik vaksin. Tujuannya adalah untuk melihat bagaimana reaksi yang muncul pada tubuh setelah mendapatkan suntikan vaksin virus corona. Jika terjadi reaksi yang cukup berat, maka petugas medis akan melakukan tindakan yang sesuai.

Mengingat pentingnya vaksin Covid-19 bagi masyarakat Indonesia, maka program vaksinasi ini telah dipersiapkan dengan matang oleh pemerintah. Vaksinasi dilakukan oleh petugas pelaksana yang telah berkompeten dalam melaksanakan vaksinasi. Selain itu, vaksinasi juga didukung oleh peralatan yang lengkap serta menggunakan petunjuk teknik yang jelas.

Dengan melaksanakan vaksinasi sesuai dengan prosedur, maka hal-hal yang tidak diinginkan bisa diminimalisir. Meski sudah divaksin, pastikan untuk tetap mematuhi protokol kesehatan dan segera mempersiapkan diri untuk pelaksanaan vaksin tahap kedua. Jika terjadi reaksi alergi yang cukup parah setelah divaksin, sebaiknya segera hubungi dokter.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *