perbedaan pcr dan rapid test antigen

Plossa.co.id – Hingga saat ini pemerintah terus berupaya melakukan pemeriksaan kepada masyarakat untuk mengetahui penyebaran virus Covid-19. Beragam aktivitas seperti perjalanan keluar kota, pemeriksaan medis, dan kegiatan lainya harus melalui test PCR atau Rapid Test Antigen. Lalu apakah perbedaan antara metode PCR dengan metode Swab Antigen (Rapid Test Antigen). Berikut penjelasanya.

Polymerase Chain Reaction (PCR)

Test PCR merupakan metode pemeriksaan dengan mendeteksi genetic (DNA & RNA) dari suatu sel, virus atau kuman. Saat ini metode PCR paling direkomendasikan oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO) dalam menentukan seseorang positif atau negative virus Covid-19. PCR memiliki tingkat akurasi yang cukup tinggi, namun membutuhkan waktu pemeriksaan yang cukup lama sekitar 1-7 hari.

Rapid Test Antigen

Antigen adalah suatu zat asing yang masuk kedalam tubuh, zat asing tersebut seperti kuman, racun, atau virus. Tubuh menganggap sebagian zat antigen itu berbahaya, sehingga dapat membuat sistem imunitas membentuk zat kekebalan tubuh (antibodi). Reaksi ini adalah bentuk imunitas tubuh untuk mencegah terjadinya penyakit. Metode Rapid test antigen dilakukan dengan cara mengambil sampel lender dari hidung serta tenggorokan dengan proses swab. Sebenarnya terdapat dua proses rapid test yaitu rapid test antigen serta rapid test antibodi namun yang paling efektif untuk mendeteksi indikasi seseorang terkena Covid-19 adalah rapid test antigen.

Lalu apa perbedaan PCR dan Rapid Test Antigen?

Jika dilihat dari penjelasan diatas makan bisa diketahui perbedaan PCR dan Rapid Test Antigen yaitu,

  1. Lama waktu pemeriksaan
    Dari hasil pemeriksaan rapid test antigen adalah metode yang paling cepat untuk identifikasi sementara seseorang positif atau negative virus Covid-19. Rapid test antigen memerlukan waktu yang cukup singkat, yaitu sekitar 20-60 menit. Sementara PCR memerlukan waktu yang cukup lama yaitu 1-7 hari. Dengan rapid test antigen seseorang bisa pergi keluar kota secara cepat tanpa harus menunggu 1-7 hari.
  2. Sampel yang digunakan
    Dari segi penggunaan sampel rapid test antigen dan PCR sama-sama menggunakan sampel lendir dari hidung dan tenggorokan dengan diambil melalui proses swab.
  3. Tingkat akurasi
    PCR adalah metode yang memiliki tingkat akurasi paling tinggi yaitu sekitar 80-90%, sedangkan tingkat akurasi Rapid Test Antigen sedikit berada dibawah PCR.
  4. Harga pemeriksaan
    Saat ini pemerintah memerintahkan penurunan harga test PCR sekitar 450 ribu, sedangkan Rapid Test Antigen sekitar 150 – 250 ribu rupiah. Murahnya biaya ini agar masyarakat dapat melakukan test dengan biaya terjangkau.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *